Sistem keamanan Bank di Indonesia

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:
Beberapa hari belakangan ini terjadi kasus pembobolan ATM di sejumlah bank besar Indonesia.
Berawal dari kasus penjebolan mesin ATM BCA di Bali. Nasabah tiba-tiba kehilangan uang tanpa melakukan transaksi. Penjebolan ATM atau skimming sebenarnya sudah lama terjadi, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Bank-Bank di seluruh dunia terus berusaha menanggulangi kejahatan seperti ini. Yang jelas sistem keamanan harus bisa melampaui kelihaian para kriminal. Menurut Yanuar Rizky, pakar perbankan Indonesia, saat ini ada krisis kepercayaan nasabah dan bank-bank di Indonesia seharusnya
mulai memperbaiki sistem keamanannya.
Sistemik
Yanuar menjelaskan ada dua masalah inti yang mengawali banyaknya pembobolan bank semacam ini di Indonesia. Pertama adalah kurang diurusnya sistem perbankan. Dengan adanya kejadian seperti ini, inilah saatnya otoritas mengurus sistemik itu. Ini disebut sistemik real, karena kalau bank saja tidak dipercaya masyarakat krisis akan berlanjut ke masalah krisis perbankan seperti yang ditakutkan sekarang ini.
Menurut Yanuar, seharusnya sekarang sudah ada pernyataan dari pemerintah atau Lembaga Penjamin Simpanan, bahwa masyarakat harus tenang. Jika uang hilang karena pembobolan, pasti akan dijamin dananya kembali.
Infrastruktur
Masalah kedua adalah dunia perbankan Indonesia harus memperkuat infrastrukturnya. Jika melihat banyaknya kejadian seperti pembobolan ATM, Yanuar menjelaskan perbankan Indonesia sebaiknya segera dilakukan audit sistem teknologi yang diterapkan seluruh perbankan. Kartu ATM yang ada saat ini masih belum cukup aman dari penggandaan kode rahasia.
Jika ingin lebih aman, seharusnya digunakan chip dalam kartu. Namun untuk menambahkan chip dalam kartu dibutuhkan dana yang besar, karena harganya mahal. Namun jika bank-bank Indonesia lebih peduli keamanan nasabah dari pada biaya produksi kartu dan strategi pemasaran luas, maka seharusnya kartu ATM bisa dibuat dengan sistem pengamanan yang lebih memadai.

sumber: http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/sistem-keamanan-bank-di-indonesia-harus-diperbaiki

2 Orang Hebat dalam Sejarah Pendakian

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:
Apabila Anda bertanya kepada pendaki Indonesia, siapa pendaki hebat di negeri ini?, Anda akan menemukan jawaban: Norman Edwin dan Soe Hok Gie. Dan selanjutnya apabila Anda bertanya kepada pendaki yang belum berwawasan luas dimana saja, siapa pendaki hebat yang menyusuri Himalaya? Anda pasti akan menemukan jawaban: Reinhold Messner.

Himalaya

Tetapi bila pertanyaan itu ditujukan kepada para pendaki veteran yang pernah menjamah 8000 mdpl ataupun sebagian dari Seven Summits, mereka pasti memilih Jerzy Kukuczka. Meskipun Reinhold Messner dan Jerzy Kukuczka sama - sama dijuluki pendaki hebat, karena keduanya adalah dua orang pertama yang telah menggapai 14 puncak diatas 8000 mpdl, tetapi sebenarnya prestasi antar keduanya memiliki selisih yang sangat signifikan.

Messner adalah tipe pendaki yang selalu memanfaatkan prestasinya untuk mencari modal untuk setiap pendakiannya, selalu mendaki dengan penuh perhitungan dan memanfaatkan alat pendakian modern. Sebaliknya, Kukuczka bukanlah siapa - siapa, ia adalah tipe pendaki miskin tidak bermodal, hanya mau mendaki lewat rute tersulit, yang selalu berjuang dan menderita dalam kesendirian dan selalu mendaki dengan cara Alpine Style selama musim dingin. Bahkan di penghujung hidup dan karir pendakiannya, ia masih memakai peralatan bekas yang ia membeli dari pasar tradisional Kathmandu. Alpine Style adalah model pendakian secara tradisional, dengan alat seadanya dan bekal seminim mungkin.

Reinhold Messner adalah orang pertama yang telah menggapai semua 14 puncak 8000 mdpl, tetapi Kukuczka lah orang pertama yang mampu melakukannya dalam waktu singkat. Messner butuh waktu 16 tahun, sedangkan Kukuczka hanya 8 tahun. Kukuczka meraih 11 dari 14 puncak tersebut melalui rute baru, 4 puncak ia raih ketika musim dingin yang menjadikannya sebagai pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Dhaulagiri, Cho Oyu, Kanchenjunga dan Annapurna I pada musim dingin.

Messner adalah pendaki puncak Everest pertama tanpa bantuan oksigen, tetapi Kukuczka hanya sekali memakai bantuan oksigen selama mendaki semua 14 puncak di atas 8000 mdpl.

Reinhold Messner

REINHOLD MESSNER:
* 1970: Nanga Parbat ( 8125 m )
* 1972: Manaslu ( 8156 m )
* 1975: Gasherbrum I ( Hidden Peak ) ( 8068 m )
* 1977: Dhaulagiri ( 8167 m )
* 1978: Mount Everest ( 8848 m ) ( Pendakian pertama tanpa bantuan oksigen ), Nanga Parbat ( 8125 m ) ( Pendakian solo pertama 8000 mdpl dari basecamp )
* 1979: K2 ( 8611 m )
* 1980: Mount Everest ( 8848 m ) ( Pendakian solo pertama tanpa bantuan oksigen - musim badai )
* 1981: Shisha Pangma ( 8012 m )
* 1982: Kangchenjunga ( 8598 m ), Gasherbrum II ( 8035 m ), Broad Peak ( 8048 m ), Cho Oyu ( 8201 m - gagal melakukan pendakian musim dingin )
* 1983: Cho Oyu ( 8201 m )
* 1984: Gasherbrum I ( 8068 m ) dan Gasherbrum II ( 8035 m ) sekaligus tanpa balik ke basecamp terlebih dahulu
* 1985: Annapurna ( 8091 m ), Dhaulagiri ( 8167 m )
* 1986: Makalu ( 8485 m ), Lhotse ( 8516 m )

Jerzy Kukuczka

JERZY KUKUCZKA:
1. 1979 — Lhotse - rute normal
2. 1980 — Mount Everest - rute baru
3. 1981 — Makalu - rute baru, solo
4. 1982 — Broad Peak - rute normal, alpine style
5. 1983 — Gasherbrum II - rute baru, alpine style
6. 1983 — Gasherbrum I - rute baru, alpine style
7. 1984 — Broad Peak - rute baru, alpine style
8. 1985 — Dhaulagiri - pendakian musim dingin pertama
9. 1985 — Cho Oyu - rute baru, pendakian musim dingin pertama
10. 1985 — Nanga Parbat - rute baru
11. 1986 — Kanchenjunga - pendakian musim dingin pertama
12. 1986 — K2 - rute baru, alpine style
13. 1986 — Manaslu - rute baru, alpine style
14. 1987 — Annapurna I - pendakian musim dingin pertama
15. 1987 — Shisha Pangma - rute baru, alpine style

referensi: http://www.belantaraindonesia.org/2012/01/2-orang-hebat-dalam-sejarah-pendakian.html

Aklimatisasi

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:

Aklimatisasi sering kita dengar dalam satu pendakian gunung tinggi di atas 5000 mdpl. Aklimatisasi penting dilakukan, biasanya di gunung tinggi bersalju, untuk proses penyesuaian diri dalam rangka lebih mengenal lingkungan alam. Aklimatisasi suatu upaya penyesuaian fisiologis atau adaptasi dari suatu organisme tehadap satu lingkungan baru yang akan dimasukinya.

Hal ini didasarkan pada kemampuan organisme untuk dapat mengatur morfologi, perilaku, dan jalur metabolisme biokimia di dalam tubuhnya untuk menyesuaikannya dengan lingkungan. Beberapa kondisi yang pada umumnya disesuaikan adalah suhu lingkungan, derajat keasaman ( pH ), dan kadar oksigen.

Proses penyesuaian ini berlangsung dalam waktu yang cukup bervariasi tergantung dari jauhnya perbedaan kondisi antara lingkungan baru yang akan dihadapi, dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

PENERAPAN AKLIMATISASI
Pendakian gunung. Hal ini biasanya dilakukan apabila seseorang ingin melakukan pendakian pada gunung yang memiliki puncak yang cukup tinggi, hingga ribuan meter di atas permukaan laut, seperti Gunung Everest. Beberapa hal utama yang harus disesuaikan antara lain adalah suhu dan kadar oksigen di udara karena pada dataran tinggi suhu lingkungan bisa jauh lebih rendah, demikian pula dengan kadar oksigennya yang menyebabkan tubuh harus memproduksi lebih banyak sel darah merah atau eritrosit.

Contoh lain dari Aklimatisasi juga dapat diterapkan pada tanaman budidaya dan pada teknik kultur jaringan. Dalam teknik kultur jaringan, tanaman yang masih berada di dalam botol steril akan disiapkan untuk dipindahkan ke lingkungan aslinya, yaitu di tanah terbuka dengan kondisi lingkungan yang lebih tidak terkontrol.

Kenapa Orang Pintar Gagal????

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:
Orang pintar dalam keseharian terkadang dianggap lebih "unggul" dan lebih "baik" dibandingkan orang lainnya...
Namun, terkadang orang-orang pintar ini mengalami kegagalan dalam hidupnya, dan akhirnya hanya menjadi orang "biasa"....
Ada beberapa hal yang menyebabkan kegagalan orang pintar....
Langsung aja cekidot dibawah..
sebenarnya orang pintar di negara ini sudah banyak, tetapi banyak yang tidak beriman, sehingga bnyk orang pintar yang korupsi dll.


1. Terlalu banyak mengetahui tetapi tidak mempraktekkannya
Kebanyakan orang pintar memiliki pengetahuan yang luas dan mengetahui banyak hal. Namun, orang pintar bersifat teoritis, sehingga hal yang mereka ketahui jarang mereka praktekan
2. Tidak berani bertindak
Dalam hal ini, orang Pintar jarang mengalami kemajuan, kenapa???Karena mereka tidak berani bertindak dan mencoba... sehingga di dalam hidupnya seringkali tidak mengalami kemajuan...
3. Selalu merasa dirinya sudah pintar sehingga tidak mau menerima saran atau kritikan dari orang lain.Hal ini yang biasanya ada dalam diri orang pintar, yang membuat mereka semakin jauh dari keberhasilan..Sepintar apapun manusia, hal yang terpenting adalah mau menerima masukan dari orang lain, karena tidak mungkin kita bisa melihat kekurangan diri kita secara utuh...
4. Terlalu Banyak Perhitungan
Selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan seseuatu adalah hal yang baik.
namun bila terlalu banyak yang dipikirkan sebelum memutuskan sesuatu, hal inilah yang akan
membuat orang ini tidak akan mencapai kemajuan pesat dalam hidup
karena semua hal yang dilakukan pasti mengandung resiko, kecenderungan orang pintar tidak mau mengambil resiko..
5. Kurangnya Keterampilan Sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis, kita tetap perlu memiliki
intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan
orang lain, dan kemampuan interaksi dengan sesama.
Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan mampu bekerjasama dengan orang lain.
Bagi kita semua yang sudah baca thread ini...
semoga kita sadar bahwa kepintaran adalah anugrah yang diberikan Tuhan...
Kepintaran juga bukanlah jaminan sukses dalam hidup ini, janganlah kita sombong...
Maka dari itu harus hindari hal2 yang udah TS post diatas bila kita mau "SUKSES" (khususnya bagi yang merasa "pintar"



Merebut Kesuksesan Melalui Visualisasi Positif

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:
Ketika anda membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apa yang terpancar dalam benak anda : apakah anda membayangkan sebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan? atau sebaliknya, kegagalan dan keterpurukan?

Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja kita. Ketika imajinasi kita selalu dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, maka jaringan otak kita perlahan-lahan akan mendorong kita untuk benar-benar mengalami keterpurukan.

Sebaliknya, ketika kita selalu membangun bayangan positif tentang diri kita, maka kita sesungguhnya ten
gah memulai dan memperkuat “cara kerja yang sempurna” di dalam otak kita. Pada gilirannya,jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kita untuk juga meraih kesempurnaan dalam kinerja nyata.

Contoh Orang-Orang Sukses Yang Membuktikan Kekuatan Visualisasi Positif

1. Rebbeca Owen (juara Ballet Olimpiade)
Dia mulai berlatih senam sejak berusia tujuh tahun. Dia sangat berambisi memenangkan medali Olimpiade. Untuk itu, dia biasanya berlatih lima setengah jam dalam sehari, enam hari dalam seminggu, selama sepuluh tahun. Tetapi untuk terpilih dalam tim Olimpiade, Rebecca harus mempelajari suatu gerakan baru yang sangat sulit yang disebut “Ginga Salto”, yaitu terbang lepas dari bar atas kemudian melakukan jungkir balik dengan separuh putaran sebelum menangkap bar kembali.

ketika Rebecca mulai melatih gerakan “Ginga Salto” secara fisik, ternyata dia gagal menangkap bar sehingga terjatuh. Dia berkali-kali melakukannya, tetapi tetap gagal. Lantas, Rebecca mulai menggunakan cara yang berbeda, berupa pendekatan yang lebih radikal, yaitu menggunakan pendekatan visualisasi. Dimana Rebecca tidak lagi melakukan latihan fisik tetapi dia membayangkan secara mental dengan rinciannya dari setiap gerakan “Ginga Salto” secara berulang-ulang, seolah-olah dia telah berhasil menguasai gerakan tersebut. Ketika Rebecca melakukan gerakan “Ginga Salto” yang sesungguhnya, akhirnya dia berhasil melakukan gerakan tersebut. Dan semakin dia sering melakukan gerakan tersebut, jaringan sarafnya semakin bertambah tebal sehingga gerakkannya menjadi semakin otomatis karena telah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya sehingga dia tidak perlu lagi bersusah payah memikirkan gerakan tersebut.

2. Jim Carrey (Aktor Hollywood)
memiliki impian memiliki uang us$ 100.000.000,- padahal dia tidak memiliki pekerjaan yang sesuai untuk mendapatkan uang sebegitu besarnya.Tapi dia memiliki impian yang di visualisasikan dengan selembar cek kosong yang di isi tulisan US $ 100.000.000,- secara tidak sengaja setelah dia mengalami kegagalan dalam sebuah audisi casting dia selalu melihat cek tersebut dan mengatakan sambil menunjuk pada cek tersebut “saya pasti bisa memiliki ini !!!”

secara tidak sadar Jim Carrey telah memberikan sugesti pada dirinya sendiri tuk menjadi orang yang memiliki uang sebanyak itu, dan dia akan tetap semangat walaupun dia menglami kegagalan terus. Sampai-sampai mentalnya menjadi sekuat baja. Dan akhirnya keajaiban itu datang setelah mengalami sebuah proses dan perjalanan panjang yang melelahkan, jim carrey akhirnya berhasil juga menerima uang US $ 100.000.000,- setelah dia berhasilnya menjadi seorang pemeran utama dalam film kocak “The Mask”.
Bagaimana Langkah Memaksimalkan Visualisasi???
1. Lakukan visualisasi disaat sebelum tidur dan di saat baru bangun tidur.

Pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar(conscious mind) dan pikiran bawah sadar(subconscious mind). Visualisasi akan efektif bila berhasil masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita. Pikiran sadar kita bekerja pada gelombang Beta, sedangkan pikiran bawah sadar bekerja pada gelombang Alpha/Theta. Jadi kita harus lebih dulu merubah gelombang otak kita ke gelombang Alpha/Theta.

Bagi hipnoterapist handal, tentu saja hal ini sangat mudah. Lalu bagaimana dengan orang awam seperti kita?. Manfaatkan waktu pada saat akan tidur dan pada saat baru bangun tidur. Di kedua waktu itu, secara alami pikiran kita memasuki gelombang Alpha/Theta . Jadi pikiran kita menjadi sangat sugestif dan apapun yang kita lakukan pada saat itu akan mudah masuk ke pikiran bawah sadar kita tanpa mendapat perlawanan dari pikiran sadar.
2. Pergunakan dan Libatkan seluruh kemampuan Indra anda.
Buatlah visualisasi anda terasa sedemikian nyata. Libatkan kelima indra kita. Misalkan, apa yang terlihat dalam visualisasi tersebut, apakah ada suara-suara yang terdengar. misalnya suara tepukan, elusan kepala dan lain-lain. kita menvisualisasikan telah menerima ijazah, mendapatkan penghargaan dari sekolah, mendapatkan tepukan meriah dari teman-teman, mendapatkan elusan kebahagiaan dari orang tua dan sebagainya. Semakin nyata visualisasi anda, semakin besar kemungkinan anda mencapai keberhasilan yang anda visualisasikan tersebut. Jangan lupa masukkan perasaan bahagia.

Tersenyumlah pula disaat anda menvisualisasikan sukses itu sebagaimana kebahagiaan yang akan anda peroleh disaat mencapai kesuksesan itu. Dalam visualisasi, tempatkan diri anda sebagai pelaku, bukan sebagai penonton. Misalnya anda sedang mengvisualisasikan kesuksesan. Rasakan anda benar-benar sedang dalam kondisi kesuksesan dan merasa bahagia, bukan sedang penonton yang melihat diri anda yang sedang menikmati kesuksesan.
3. Lakukan Berulang-ulang (repetisi)
Lakukan visualisasi secara berulang-ulang setiap hari agar membentuk suatu pola dalam pikiran kita. Repetisi/pengulangan akan memperkuat visualisasi tersebut. Mengulang-ulang sesuatu sama dengan kita menanamkan sesuatu itu lebih dalam dalam pikiran kita.

Di saat kita mengulang-ulang sebuah mimpi kesuksesan maka sesungguhnya kita sedang menanamkan kesuksesan itu dalam pikiran kita dan akhirnya akan mendorong setiap tindakan mengarahkan pada realitas kesuksesan dalam dunia kenyataan.
4. Kuatkan keyakinan
Lipat gandakan keyakinan anda terhadap apa yang kita visualisasikan. Bahwa apa yang kita gambarkan dalam pikiran itu akan benar-benar terwujud. Percuma melakukan visualisasi apabila kita tidak meyakini apa yang sedang kita visualisasikan dalam pikiran kita sendiri.

sumber 1
sumber 2
baca artikel renungan lainnya disini


Wawancara dengan Pengusaha yang juga Politikus.

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:
Nama: Jaka Reska Firdaus
Npm : 23110705
Kelas : 1KB02
Tema Wawancara : Perpaduan Apik antara Bisnis dan Politik

H. Zulkifli Hasan SE. MM. (lahir di Penengahan, Lampung Selatan, 17 Mei 1962; umur 48 tahun) adalah politikus yang menjabat Menteri Kehutanan Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal PAN periode 2005 - 2010.
Cita-cita awalnya adalah menjadi seorang doketr. Namun, sukses sebagai pengusaha dan politisi tak membuatnya kecewa karena tak bisa menjadi seorang dokter. Ia yakin bahwa politik dan bisnis bukanlah sesuatu yang bertolak belakang. Putera Lampung ini pun mantap untuk menekuni keduanya. Dengan keyakinan itu, karir politiknya menjadi semakin berkilau.



Dinamis, selalu bersemangat dan optimistik adalah kesan yang didapat ketika bertemu dengan pengusaha yang sukses di bidang alat-alat elektronik, peralatan rumah tangga Panacook dan biro perjalanan Hudaya Safari. Pria kelahiran Pekon Pisang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, 17 Mei 1962 ini mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, lalu melanjutkan S2 jurusan Keuangan Internasional di Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta.



Kongres II Partai Amanat Nasional memilih Zulkifli sebagai Sekretaris Jenderal DPP PAN periode 2005-2010. Konsistensinya pada daerah pemilihan Lampung-1 memberikan kepercayaan padanya untuk duduk sebagai anggota DPR, bahkan menjadi ketua fraksi DPR RI Komisi VI bidang perdagangan, perindustrian, koperasi dan BUMN.



Pemilik P.T Panamas Mitra Inti Lestari, P.T Batin Eka Perkasa, dan P.T Sarana Bina Insani ini mengelola sekitar 1000 karyawan. Perpaduan jiwa enterpreneur dengan keahliannya dalam bidang manajemen membuat pria yang menjaga kebugaran tubuhnya dengan berolah raga jogging dan minum madu ini memiliki kemampuan yang berbeda jika dibandingkan dengan politisi lainnya.



Ia juga memberi paradigma baru dalam mengembangkan partai politik. Ketua Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini yakin bahwa kesejahteraan ekonomi bagi para kader PAN adalah faktor yang tak kalah signifikan. Pria yang menikah dengan Soraya dan dikaruniai empat anak, yakni Futri Zulya Savitri, Zita Anjani, Ray Zulham Farras Nugraha, dan Muhammad Rafi Haikal ini menerima Nidya Swasti Budiarti untuk wawancara pada hari Jumat, tanggal 16 November 2007, di rumah pribadinya, Kompleks Cipinang Indah, Jakarta Timur.



Saya: Anda adalah putera Lampung, bagaimana perjalanan Anda hingga bisa sampai dan menempuh pendidikan serta menjadi orang yang sukses di Jakarta?



Beliau: Awalnya saya sekolah di sebuah desa di pedalaman Lampung, lalu saya pindah SMA di kota Lampung, di sekolah itu cuma saya yang berasal dari desa. Saya nggak suka sekolah di sana. Dua minggu kemudian saya kabur ke Jakarta. Ayah saya tidak tahu kalau saya ke Jakarta, saya cuma dikasih uang sama Ibu buat ongkos ke Jakarta. Di Jakarta, saya sekolah di SMA Negeri 53, Jakarta Timur.



Nggak lama, Ayah saya tahu kalau saya pindah ke Jakarta. Dia sangat marah, tetapi keinginan saya untuk sekolah di Jakarta sangat besar. Akhirnya ia mengijinkan saya untuk sekolah di Jakarta dengan syarat saya harus menjadi juara umum di sekolah. Hal tersebut dapat saya buktikan dengan menjadi juara umum tiga tahun berturut-turut. Sampai akhirnya Ayah setuju dan merestui saya untuk sekolah di Jakarta.



Setelah lulus kuliah, saya mengikuti seleksi Capeg (calon pegawai negeri). Dari ribuan orang yang mengikuti tes, saya salah satu orang yang lulus. Dua minggu setelah bekerja, saya memutuskan untuk berhenti. Saya dibilang ‘gila’ oleh teman-teman saya karena melepas pekerjaan itu. Di saat banyak orang menginginkan pekerjaan itu, saya malah melepasnya. Gaji yang saya terima dari pekerjaan itu hanya Rp 30000, sedangkan cita-cita saya ingin sekali punya mobil VW Kodok. Saya mikir, kalau gaji saya cuma Rp 30000 kapan saya bisa beli mobil itu. Akhirnya saya coba-coba untuk berdagang peralatan rumah tangga.



Awalnya saya kerjasama dengan teman saya. Kita sama-sama jualan peralatan rumah tangga. Dari berdagang itu, setiap barangnya saya dapat untung Rp 30000 dan sehari saya bisa menjual sekitar tiga barang. Berarti setiap hari saya bisa punya uang Rp 90000. Jumlahnya sama dengan gaji tiga bulan saya kerja di tempat sebelumnya. Waktu itu harga motor masih Rp 200000. Dalam waktu sebulan saya sudah bisa beli motor.



Saya merasa inilah pekerjaan yang saya cari selama ini. Ya, teruslah saya belajar berdagang. Akhirnya saya buka counter-counter gitu. Saya pun kuliah sambil dagang. Dari dagang saya dapat kepercayaan dari orang, lama-lama dagangannya tambah maju, tambah banyak, lama-lama bikin P.T, dan setelah berkembang bikin pabrik. Berkembang lagi dan sekarang ada BPR-nya (Bank Perkreditan Rakyat).



Saya: Anda memulai bisnis dari nol, bagaimana dengan modal?



Beliau: Saya berusaha mencari kepercayaan dari orang. Ada kenalan dalam berdagang dan kita cocok. Maka kita jalan bersama-sama.



Saya: Dari semua perusahaan yang Anda miliki, mana yang memiliki keuntungan paling besar dan berapa jumlah keuntungan rata-rata pertahun?



Beliau: Perusahaan trading yang bergerak di bidang produksi peralatan elektronik, yaitu P.T Batin Eka Perkasa. Kita bisa menjual sekitar 12000 unit setiap tahunnya. Keuntungannya sekitar delapan belas miliar.



Saya: Dan mana perusahaan yang memiliki keuntungan paling kecil serta berapa jumlah keuntungan rata-rata pertahun?



Beliau: Yang kecil itu BPR. Keuntungannya sekitar lima miliar per tahun.



saya: Mengapa memilih usaha tersebut?



Beliau: Saya pilih dagang karena contoh nabi. Nabi mengatakan, “masuklah kamu ke pasar”. Jadi, kita ikuti sunah rasul, berdagang dan berniaga. Nah, itu harusnya dicontoh sebagai suri tauladan. Dan itu yang jadi kelemahan bangsa kita. Orang takut berdagang, maunya jadi pegawai saja. Kalau saya nggak mau. Saya berhenti jadi pegawai, saya berdagang, saya mengikuti sunah rasul.



Saya: Apa andil perusahaan Anda bagi lingkungan sosial?



Beliau: Saya percaya penuh, makin banyak saya membantu, makin banyak sedekah, makin banyak infak, makin benar bayar zakat, usaha itu akan tambah maju. Dulu waktu masih saya yang pegang, saya zakat terus. Saya royal untuk itu. Pokoknya asal ada sumbangan, saya sumbang terus, usahanya tambah maju.



Sekarang saya lagi marah sama yang mengelola kantor, karena malas nyumbang. Omzetnya tambah turun, bukan tambah banyak. Jadi memang harus, bantuan yang bersifat sosial itu kan wajib. Infak, sedekah dan membantu lingkungan sekitar itu kan wajib. Itu bukan mengurangi keuntungan tapi jadi makin maju. Saya sudah praktekkan sejak lama. Saya percaya, semakin banyak memberi, semakin banyak menerima.



Saya: Bagaimana dengan kewajiban membayar pajak?



Beliau: Ya harus bayar dong. Itu kewajiban kita sebagai warga negara, harus taat membayar pajak. Karena itu untuk pembangunan.



Saya: Bagaimana dengan kesejahteraan karyawan Anda?



Beliau: Ya paling tidak harus sesuai dengan ketentuan pemerintah. Kalau di kantor saya itu, saya memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) sampai tiga kali gaji. Kalau orang-orang kan satu kali, saya tiga bulan gaji. Nah, itu kan salah satu contoh saja.



Saya: Anda melakukan ekspor ke Middleast dan Amerika. Bagaimana dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap usaha Anda?



Beliau: Masih stabil tapi agak turun sedikitlah omzetnya.



Saya: Pengalaman menarik Anda dalam menekuni dunia bisnis?



Beliau: Ya kalau dunia bisnis itu bisa up and down. Saya pernah juga jatuh, bangkrut bahkan rugi. Karena ditipu orang yang nggak bayar. Waktu itu semua agen-agen nggak bayar. Akhirnya saya dulu defisit, rugi.



Walaupun berat, tapi saya yakin kalau kita tidak menipu tetapi kalau kita yang ditipu, Allah akan membalas lebih banyak. Saya tetap kerja keras. Berat sekali saat itu. Mobil habis, semua habis, saya jual semualah. Saya utang untuk membayar utang. Sampai akhirnya orang percaya lagi sama saya. Dan betul, sekarang hasilnya lebih banyak daripada sebelum saya dibohongi. Jadi, kalau Anda usaha, jatuh biasa-biasa saja. Jangan patah semangat!



Saya: Apa yang menyebabkan Anda masuk ke dunia politik?



Setelah reformasi, memang saya tertarik lah. Sebelum ada reformasi dan belum banyak partai politik, saya tidak pernah ikut-ikut. Karena orang beranggapan waktu jaman dulu, berpolitik itu KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Karena itu saya nggak ikut, dan memilih berbisnis saja.



Tapi setelah reformasi itu ada pak Amien, Hatta, dll. Terutama pak Amien, sebagai tokoh Muhammadiyah. Saya kan orang Muhammadiyah, dan pak Amien adalah orang yang saya kagumi karena dia bersih, tokoh reformasi, ketua Muhammadiyah, dan ia memang ikhlas. Jadi, ya saya bergabung ke situ.



Saya: Setelah Anda terjun ke dunia politik, bagaimana dengan perusahaan-perusahaan Anda?



Beliau: Untuk perusahaan-perusahaan saya seperti P.T Panamas Mitra Inti Lestari dan P.T Batin Eka Perkasa, saya berikan pengelolaannya kepada adik-adik saya. Saya tinggal menunggu laporan perkembangannya saja. Untuk usaha biro perjalanan, P.T Sarana Bina Insani, saya hibahkan kepada Dewan Dakwah untuk dikelola.



Saya: Apa kiatnya sehingga Anda bisa sukses di dunia bisnis dan politik?



Beliau: Politik maupun dagang itu, saya kira sama. Jujur itu harus kita pegang, kemudian integritas karakter. Nah, yang utama itu kejujuran. Orang dalam berbisnis itu, ucapan saja cukup. Jangan sampai, sudah perjanjian notaris tapi tidak diakui. Omongan itu sudah cukup dan itu harus bisa dipegang. A ya a, senin ya senin. Nah, begitu juga di politik. Itu integritas karakter. Dalam Islam itu adalah amanah. Itu saja yang kita pegang.



Saya: Apa alasan yang mendasari Anda membangun Forum Bisnis Sejahtera Anggotaku dalam partai PAN?



Beliau: Partai politik itu kan seolah-olah ada gap (jarak) dengan masyarakat. Parpol itu seolah-olah lain, rakyat juga lain. Nah, PAN itu sebagai partai politik yang modern mencoba agar partai politik itu tidak jauh dengan masyarakat dan ada kontribusi yang positif, yang fakta nyata. Kalau nanti main ke kantor PAN itu ada restoran, ada warung, ada puskesmasnya, ada tempat refleksi, ada mini market-nya.



Jadi, tidak asing dan tidak sendiri. Di PAN itu lengkap, bahkan sebentar lagi akan ada radio. Nah, kita bikin forum bisnis itu untuk membangun jaringan bisnis agar ada pengusaha kecil dan pengusaha menengah membuka jaringan baik nasional maupun internasional. Itu yang pertama. Dan yang kedua, untuk memberi pelatihan-pelatihan enterpreneur, bahwa kita tidak menjadi pegawai saja. Kita ikuti ajaran rasul, itu yang utama. Forum bisnis itu tidak hanya PAN, tetapi siapa saja bisa bergabung. Dari NU, dari PDI-P, Muhammadiyah, Katolik, Hindu, Budha, pokoknya siapa saja.



Saya: Dana yang digunakan untuk membangun fasilitas yang ada di PAN, didapatkan darimana?



Beliau: Dari PAN, urunan (menyumbang). Dari eksekutif, dari legislatif, dari kader-kader PAN yang menyumbang.



Saya: Apa komentar dan saran Anda jika banyak kader-kader PAN yang ingin menjadi seorang pebisnis seperti Anda?



Beliau: Ya bagus. Justru sekarang di PAN itu, kader tidak hanya legislatif. Jadi, tidak hanya menjadi DPR. DPR kan terbatas, dia masuk PAN bisa belajar enterpreneur, bisa belajar wiraswasta, bisa membangun jaringan bisnis dan itu yang paling besar. Jadi masuk partai itu tidak hanya politik dan jadi DPR.



Saya: Anda tergabung dalam komisi VI di DPR yang bergerak di bidang perindustrian, perdagangan, koperasi dan BUMN. Hal-hal apa yang Anda terapkan dari pendidikan Anda di bidang ekonomi dalam kedudukan Anda di komisi VI DPR tersebut?



Beliau: Di komisi VI, karena perdagangan maka saya memperjuangkan keberpihakan kepada sektor usaha kecil. Saya memerangi hypermarket-hypermarket yang berdiri di tengah-tengah mereka. Itu menggulung toko-toko usaha kecil dan pasar-pasar tradisional. Ini yang masih belum diperhatikan oleh pemerintah di bidang perdagangan. Ini kita lawan terus tapi belum berhasil karena suara PAN di DPR masih kecil.



Nah, untuk perindustrian kita mau berpihak kepada rakyat, oleh karena itu kita mau semua hasil industri dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, sesuai dengan UUD pasal 33. Saya menentang keras, bahkan akan walk out nanti kalau UU mineral dan batubara pertambangan itu boleh dimiliki asing semua. Lah, nanti kita bagaimana? Nah, ini kita lawan. Tapi kadang-kadang kan PAN sendiri. Masih dapat lima kursi untuk setiap komisi, jadi kalau voting kita sering kalah. Ini kita lawan sekarang.



Kemudian BUMN, kita minta agar mereka efisien dan jangan sampai menjadi sapi perah saja. Tetapi memang tidak mudah karena budaya kelakuan yang telah begitu lama korup, birokrasi yang korup itu memang tidak mudah untuk memperbaikinya. Insya Allah, kalau PAN yang memimpin itu bisa kita berantas.


Saya: Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Ir. M. Sulistio Ramli, MBA, Phd., mengatakan bahwa Anda memiliki kemampuan leadership yang sangat menonjol. Sebenarnya apa yang Anda terapkan sebagai seorang pemimpin?



Beliau: Lah, pemimpin itu sederhana. Ya, cuma amanah, fathonah, siddiq, jujur, memiliki integritas, memiliki karakter. Itu saja yang kita pegang. Dan juga equal. Jadi, tidak ada satu yang lebih hebat. Jadi, equal sama prinsipnya. Mana yang hebat, nanti mereka akan kompetisi. Mana yang bagus maka dialah yang tampil. Jadi, saya bisa pertanggungjawabkan kepada yang lain.



Saya: Apa yang Anda rasakan setelah mendapat Anugerah Kadarman 2007 untuk kategori Strategic Change Management dalam bidang Leadership dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM?



Beliau: Ya, saya rasa senang dan bangga kepada kader-kader PAN. Karena membuat itu tidak mudah. Saya menghargai dan menghormati pak Amien sebagai ketua umum karena tanpa mereka memberi peluang, itu akan susah. Nah, saya itu bersyukur betul atas dukungannya pak Amien, mas Sutrisno Bachir dan kader-kader lainnya. Saya salut dengan kader-kader PAN baik itu DPP maupun DPD karena mereka mau berkompetisi.



Saya: Saat ini istri Anda mulai terjun ke dunia bisnis. Apakah Anda mempengaruhinya untuk itu?



Beliau: Iya. Ya, terus siapa lagi? Sekarang mulai buka bisnis Tator coffee shop di Senayan City, dan nanti akan buka restoran Waroeng Podjok di Sudirman Palace. Kadang dia juga suka bisnis jual beli rumah. Ya, dia sudah mulai-mulai rajin. Pokoknya, istri saya nggak mau makan uang DPR. Dia mau uang DPR semuanya disumbangkan saja. Dia mau makan dengan uang hasil usaha saja.



Saya: Apakah Anda mendidik anak-anak Anda untuk menjadi pengusaha seperti Anda? Atau bahkan untuk meneruskan perusahaan-perusahaan Anda?



Beliau: Iya, harus kita ajarin. Anak yang tertua, Futri, kan sekolahnya di SBM ITB (Sekolah Bisnis Manajemen). Nanti setelah lulus, akan saya ajari apakah buka restoran atau apa yang dia mau lah. Pokoknya harus saya ajarkan. Saya mengajarkan anak saya agar tidak tergantung. Mereka harus merdeka hidupnya. Kalau berdagang itu merdeka, kita justru menyerap tenaga kerja.



Saya: Siapa yang mendukung dan menjadi motivator Anda untuk menjadi orang yang sukses seperti sekarang?



Beliau: Istri. Soraya itu mendukung terus. Dia yang membimbing anak-anak saat saya jarang pulang. Kerja politik itu kan kadang pulangnya nggak karuan. Kerjanya nggak ada waktunya dan terus-menerus. Kadang-kadang susah ketemu. Nah, karena istri itu sepaham dan mendukung suaminya. Saya rasa itu luar biasa. Dan tentu anak-anak juga. Kalau anak-anaknya nggak belajar, Bapaknya pusing gimana? Tapi kalau anaknya belajar, nurut, rajin sholat, itu kan bentuk dukungan juga.



Saya: Apa saran Anda bagi para pengusaha yang baru memulai usahanya untuk menjadi sukses seperti Anda?



Beliau: Belajar usaha itu jangan dibuat sulit. Kalau mau dagang, langsung saja. Jangan takut, kayak kita naik sepeda saja. Nanti mungkin jatuh, lecet kakinya. Ya, nggak apa-apa, belajar lagi. Nanti mungkin jatuh lagi, tapi terus saja. Lama-lama nanti akan pintar.



Jangan patah semangat dan kuncinya itu kerja keras dan jujur. Nah, kalau dagang jujur itu berlaku di seluruh dunia. Kita akan dipercaya oleh orang asing juga. Modal uang itu bukan segala-galanya. Dulu saya nggak punya uang. Yang penting ada kemauan, ada kerja keras dan jujur.



Saya: Anda lebih suka dikenal sebagai seorang pengusaha atau seorang politisi?



Beliau: Ya, lebih senang dikenalnya sebagai Zulkifli Hasan saja. Orang hidup itu pengen dilihat jejak-jejaknya, bukan politisinya dan bukan pedagangnya. Yang dilihat itu, dia ngapain aja sih? Jejak-jejak itu adalah jejak yang baik. Kalau orang meninggal itu ada jejak-jejak positif yang baik. Nah, itulah yang menjadi kebanggaan. Apakah nanti sebagai pengusaha atau sebagai politisi.



Nah, kalau sebagai pengusaha, ada yang dikenang orang atau pernah membantu orang. Bukan pengusahanya yang dikenang tapi apa yang telah kita lakukan. Nah, di politik juga gitu. Apa yang telah diperjuangkan untuk bangsa dan negara ini. Hal-hal tersebut bukan menjadi kebanggan, tetapi menjadi sebuah kebahagiaan bagi saya.

Saya: Adakah keinginan Anda yang belum tercapai?



Beliau: Ya, kalau mengikuti keinginan tidak ada habisnya. Orang akan berhenti cita-cita dan kerja keras itu setelah akhir hayat. Perjuangan itu tidak ada hentinya. Banyak yang belum bisa saya lakukan. Jadi, kalau soal kepuasan memang saya belum puas. Karena belum terjadi perubahan yang signifikan, apalagi di dunia politik, reformasi ekonomi juga belum, kita belum jadi tuan rumah di negara sendiri.



Politik dan bangsa kita masih sangat tergantung kepada asing. Masih banyak orang-orang kita yang tidak bisa bekerja di dalam negeri, bahkan jadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di negeri orang. Kata bung Karno itu, kita akan menjadi budak dan bangsa budak. Sekarang bukan itu, bahkan untuk menjadi budak saja susah, ada yang harus ke Arab.



Jadi budak di negara sendiri saja sudah susah. Nah, jadi masih banyak sekali yang harus kita lakukan. Jadi, untuk para generasi muda, ayo perhatikan banyak hal penting. Lihatlah bangsa dan negeramu! Jangan bermain saja dan bersenang-senang saja. Senang-senang boleh, tapi ingat, tanggung jawab menunggu kita.



Saya: Tentang generasi muda yang saat ini banyak di antara mereka yang sekolah atau melanjutkan pendidikan di luar negeri, bahkan mereka bekerja dan membangun negera orang tanpa memedulikan bangsanya. Bagaimana komentar Anda?



Beliau: Sebetulnya orang Indonesia itu hebat-hebat. Buktinya, orang Indonesia di Arab itu maju, ada yang bisa dagang, bisa kerja. Artinya, lingkungan kita. Oleh karena itu, kita akan memperjuangkan keberpihakan kepada nasional, kepentingan nasional, pengusaha nasional, rakyat sendiri. Ekonomi itu tidak asal tumbuh, nanti asing semua masuk, kita jadi penonton, dan orang kita jadi buruh-buruh di luar negeri.



Nah, kita maunya itu ada keterlibatan. Ini yang menjadi kerisauan, agar ekonomi pancasila itu ada peran masyarakatnya yang ikut terlibat. Jangan nanti perkebunan sawit, tapi rakyat sekitarnya mau beli sawit saja susah, karena dimiliki asing. Nah, oleh karena itu generasi muda ini harus pintar-pintar menyaring budaya seperti apa yang harus dicerna dan budaya seperti apa yang harus dibuang.

Saya = Pewancara
Beliau = Bpk. H. Zulkifli Hasan SE. MM

17 Hal yang harus diingat

Author: Jaka Reska Firdaus // Category:

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.

2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.

9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna
dengan siapapun juga.

16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!!